INILAH BEBERAPA MANFAAT LARI PAGI UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN

thumbnail


Tak salah jika rutinitas pada pagi hari merupakan hal penting. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, ada baiknya mempertimbangkan manfaat lari pagi untuk mencapainya.

Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya menurunkan berat badan. Seorang ahli menganggap, pagi hari merupakan saat tepat berolahraga karena lebih mudah menjadikannya sebagai rutinitas tetap.


Tips Memulai Lari Pagi

Seorang ahli menyarankan, suhu tubuh yang rendah pada pagi hari membuat pemanasan yang cukup sebelum olahraga menjadi sangat penting. Selain itu, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:


  • Konsumsi buah, jus atau yoghurt sekitar 30 menit sebelum lari pagi. Hal ini penting untuk menghindari rasa pusing atau rasa lelah berolahraga saat perut kosong. Namun hindari kopi.
  • Lakukan peregangan setelah lari pagi. Hal ini akan membantu tubuh lebih lentur dan mencegah cedera. Bungkukkan badan hingga tangan mencapai jari kaki atau putar kepala ke arah kanan dan kiri.
  • Setelah selesai lari pagi, lakukan pendinginan selama beberapa menit. Tarik nafas dalam dan biarkan tubuh santai sekitar 1-2 menit. Lakukan ini sebelum mulai makan, mandi atau aktivitas lain.
  • Pertimbangkan pusat kebugaran. Tempat latihan semacam ini sangat baik untuk mempertahankan motivasi berolahraga bagi sebagian orang.
  • Tetap berolahraga di akhir pekan. Jika Anda menjadikan olahraga pagi hari sebagai bagian rutinitas, sebaiknya tetap lakukan pada akhir pekan
Mudah Dijadikan Rutinitas Harian


Menurut studi, untuk seseorang yang mengalami kesulitan menjadikan olahraga sebagai rutinitas tetap, maka melakukannya di pagi hari merupakan salah satu pilihan terbaik. Olahraga pagi hari juga sangat menguntungkan, karena tidak terganggu oleh kesibukan sehari-hari.

Meski hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang membuktikan kalori yang dibakar akan lebih banyak pada waktu-waktu tertentu.

Lari pagi sebagai aktivitas fisik terstruktur sangat baik untuk membakar kalori. Secara rata-rata, berlari dengan kecepatan 8 km/jam akan membakar sekitar 295 kalori. Sementara, berjalan dengan kecepatan sekitar 5,5 km/jam mampu membakar 140 kalori.

Untuk menurunkan berat badan dengan manfaat lari pagi, upayakan berolahraga dengan sekitar 3 kali per minggu dengan total waktu sekitar 60-90 menit. Namun, bagi pemula dapat mulai berolahraga sekitar 10 menit per hari. Kemudian, tingkatkan secara bertahap.

Selain lari pagi, olahraga yang disarankan dilakukan pada awal hari antara lain bersepeda, berenang, yoga, ataupun angkat beban.


Meringankan Gangguan Tidur

Olahraga pagi, termasuk lari pagi, dapat meningkatkan kualitas tidur. Menurut seorang ahli, hal ini merupakan faktor penting dalam menurunkan berat badan.

Kualitas tidur yang buruk akan memengaruhi hormon tertentu dalam tubuh yang memengaruhi nafsu makan. Kebutuhan tidur yang cukup akan memperbaiki keseimbangan hormon sehingga tubuh mampu mengendalikan nafsu makan.

Sebuah studi mengungkap, wanita usia 50-75 tahun dengan berat badan berlebih yang berolahraga pagi sekitar 60 menit per minggu, tidur lebih baik jika dibandingkan yang tidak berolahraga pagi. Olahraga pada sore hari, justru dapat membuat tidur semakin sulit.


Untuk Anda yang menderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, ataupun memiliki risiko penyakit jantung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin memulai berolahraga.

Mulailah lari pagi secara perlahan sesuai kemampuan. Jadikan olahraga ini sebagai rutinitas harian untuk memperoleh manfaat lari pagi secara maksimal.

Tetap berolahraga Saat puasa ? nihh Tips nya,,

thumbnail

















Pada saat berpuasa, tubuh manusia tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12 jam. Namun selama berpuasa kita juga harus melakukan aktivitas fisik agar tubuh tetap bugar.  Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Tunisia dari Universitas Sfax dan CHU Habib Bourguiba menunjukkan bahwa aktivitas fisik memberikan dampak kesehatan yang baik bagi tubuh selama aktivitas puasa. Hal ini terlihat dari parameter komposisi tubuh, hematologi, dan biokimia pada partisipan yang melakukan aktivitas olahraga mengalami perubahan yang lebih baik yaitu penurunan berat badan, persentase lemak tubuh berkurang, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Maka dari itu, puasa bukanlah menjadi alasan kita untuk bermalas-malasan dan tidak berolahraga bahkan tidak melakukan kegiatan apapun. Padahal, melakukan aktivitas fisik saat berpuasa memberikan efek positif bagi tubuh. Berikut tips tetap berolahraga meskipun sedang puasa.

Waktu yang Tepat untuk Olahraga

















Pertama, kita harus memperhatikan waktu yang tepat untuk berolahraga. Sebaiknya olahraga dilakukan satu jam sebelum waktu buka puasa. Seperti yang dilansir dari Kompas, dr. Saptawati Bardosono mengatakan bahwa olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan.


Jenis Olahraga


















Lakukan latihan kardiovaskular ringan seperti berjalan atau bersepeda yang dapat membakar kalori dan meningkatkan stamina, meningkatkan fleksibilitas dan detoksifikasi, dan perenggangan otot-otot yang bekerja. Pilihan lain yang bisa dilakukan adalah aktivitas latihan otot sederhana seperti latihan otot, push-up, dan sit up. Sebaliknya, hindari melakukan aktivitas fisik berat yang dapat menguras energi, seperti berlari dan mengangkat beban.


Perhatikan Kondisi Tubuh 











Perhatikan kondisi tubuh saat akan berolahraga, pastikan kondisi tubuhmu sedang dalam keadaan yang fit dan bugar. Saat merasa lemas dan pusing akan baiknya menunda melakukan aktivitas fisik. Hal tersebut dapat menimbulkan latihan yang tidak maksimal dan memperburuk kondisi tubuhmu. Setelah berolahraga dan sudah berbuka puasa, dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi, serta hindari makanan yang berminyak dan berlemak.

Ya, sekian tips tetap berolahraga saat puasa, semoga puasa tidak jadi penghalang kita untuk tetap berolahraga. Semoga bermanfaat.

Baca juga :

Olahraga Bikin 10 Tahun Lebih Muda dari Usia Sebenarnya

thumbnail


Kita telah mengetahui bahwa olahraga membawa manfaat kesehatan untuk tubuh. Namun, studi jangka panjang yang dilakukan oleh para ilmuwan olahraga di Institut Teknologi Karlsruhe (KIT) telah menemukan bahwa orang-orang yang memiliki gaya hidup aktif, tampak sekitar 10 tahun lebih muda dalam hal keterampilan motorik.

Dilansir dari Runtastic, studi yang dilakukan di Jerman itu dimulai pada tahun 1992 dan memasukkan 500 sukarelawan antara usia 35 tahun dan 80 tahun. Para peserta secara teratur menjalani serangkaian pemeriksaan medis (mengukur tinggi badan, berat badan, komposisi tubuh, EKG dan fungsi paru-paru). Selain itu, mereka harus melakukan tes kebugaran dan tes keterampilan motorik, termasuk sit-up, berdiri satu kaki dan push-up.

Hasilnya, orang-orang di usia lanjut yang berolahraga secara teratur, terlihat sekitar 10 tahun lebih muda dalam hal keterampilan motorik daripada mereka yang menjalani gaya hidup tidak aktif. Orang yang aktif juga cenderung memiliki lebih sedikit keluhan fisik dengan usia lanjut.

Bahkan, mereka yang melakukan kurang dari 2,5 jam aktivitas fisik moderat per minggu, seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), empat kali lebih mungkin untuk menderita diabetes Tipe 2.

Maka itu dapat dikatakan bahwa kebugaran dan keterampilan motorik menurun seiring bertambahnya usia. Namun, olahraga dapat memperlambat proses ini secara signifikan. Lebih banyak latihan juga berarti lebih banyak kualitas hidup di usia tua.

Baca juga : 

Terapi Air Putih Terbukti Bisa turunkan Berat Badan

thumbnail
Begitu banyak manfaat air putih untuk tubuh. Salah satu manfaat terbesarnya adalah mencegah tubuh dari dehidrasi. Selain itu air putih juga bisa sebagai pelindung saraf, peindung jaringan tubuh, menjaga kesegaran kulit, dan menjaga fungsi ginjal. Maka tak heran, semua pakar kesehatan selalu menganjurkan untuk memenuhi kebutuhan air putih guna menjaga kebugaran tubuh


















Tapi tahukah Anda, dibalik semua manfaat tersebut, ternyata air putih juga memiliki sebuah fungsi lain, yakni membentuk tubuh ideal serta proporsional. Dalam hal ini, lebih spesifik pada urusan penurunan berat badan.

Dilansir dari International Business Time, di Negeri Sakura Jepang, telah dikenal dengan adanya penerapan terapi air putih untuk menurunkan berat badan. Para ahli gizi di daerah setempat juga sangat menganjurkan pola hidup sehat dengan terapi air minum kepada seluruh masyarakat di sana.

Adapun terapinya memiliki beberapa metode unik, pertama dianjurkan untuk meminum air putih setelah bangun tidur sebanyak 4-5 gelas ketika perut kosong. Jika tidak mampu sebanyak itu, bisa dicicil, perlahan hingga akhirnya mencapai 4 gelas. Dianjurkan pula, air yang diminum harus hangat kuku, tidak terlalu panas.

Perlu diwaspadai pula, tidak disarankan minum melebihi batas wajar. Cukup 4 gelas saja. Sebab, jika minum air putih secara berlebihan bisa membuat nutrisi dalam tubuh ikut larut bersamanya. Dengan begitu, kekentalan darah menjadi menurun sehingga kerja ginjal akan meningkat. Seperti kasus yang pernah terjadi, seorang wanita mengalami kematian karena meminum air 2 galon sekaligus dalam satu waktu.

Setelah selesai minum dengan total 4 gelas, Anda tidak diperkenankan mengkonsumsi makanan apapun hingga 45 menit setelahnya. Lalu, setelah Anda makan pagi atau sarapan, dilarang mengkonsumsi apapun sampai benar-benar merasakan lapar. Dalam hal ini, dibatasi waktu minimal 1 jam setelah makan, harus diam dan memberi jeda agar organ dalam tubuh beristirahat sejenak.

Yang terakhir, terapi ini mewajibkan siapapun agar minum dengan duduk. Jadi, Anda sangat dilarang melakukan makan atau minum dengan keadaan berdiri supaya tidak mengganggu proses pencernaan. Terapi ini harus rutin dilakukan setidaknya 3 minggu untuk melihat hasil pertama. Dan dilanjutkan minggu selanjutnya jika dirasa hasilnya belum memuaskan.

Perhatikan, Ini Segudang Manfaat Konsumsi Pepaya

thumbnail


Jangan remehkan pepaya! Walau pun harganya relatif murah, buah ini memiliki manfaat yang luar biasa.

Buah berdaging orange tersebut memiliki sumber alami vitamin dan mineral yang penting untuk menormalkan fungsi tubuh. Satu buah pepaya dengan ukuran sedang, mengandung sekitar 120 kalori, 30 gram karbohidrat (di dalamnya terdapat 5 gram serat dan 18 gram gula) dan 2 gram protein.

Selain itu pepaya merupakan sumber yang kaya vitamin C. Satu buah pepaya, memberikan 224 persen dari kebutuhan harian loh. Nah untuk mengetahui lebih detailnya, berikut dilansir dari Step to Health manfaat buah pepaya.

Kontrol Berat Badan

Pepaya membantu memecah lemak, protein dan karbohidrat. Pepaya juga lebih efisien untuk pepsin, yaitu sebuah enzim di lambung yang memecah protein, lipase untuk memecah lemak, amilase memecah karbohidrat, dan sebagainya.

Baik untuk Penderita Diabetes

Jus pepaya membantu mengurangi kadar glukosa dalam darah, dan mempercepat regenerasi sel beta, serta meningkatkan sintesis insulin.

Perbaiki Pencernaan

Papain, fitonutrien dan enzim lainnya memperbaiki proses pencernaan. Ini berarti tubuh akan lebih mudah membuang racun.

Memerangi Sembelit

Dari semua manfaat sebelumnya yang telah kami sebutkan, pepaya juga kaya akan serat, yang menyerap air dan meningkatkan konsistensi limbah.

Ini berarti membersihkan perut dan membuatnya lebih mudah untuk membuang limbah yang biasanya tertinggal di usus besar dan usus kecil.

Menyembuhkan Luka

Ketika berbicara ke kulit, salah satu enzim pepaya yang paling berguna adalah protease. Ini membantu luka sembuh lebih cepat. Pepaya juga menyediakan nutrisi dan vitamin yang memperbaiki kondisi kulit dan mengurangi peradangan.

Memperbaiki Laktasi untuk Wanita

Papain meningkatkan fungsi kelenjar endokrin, yang meningkatkan produksi susu pada ibu yang sedang menyusui.

Mengurangi Kram Menstruasi

Makan pepaya meningkatkan kadar oksitosin dan prostaglandin pada wanita. Karena itu, hal itu menyebabkan kontraksi ringan di rahim, yang mengurangi rasa sakit secara keseluruhan.